KEAMANAN DUNIA , SAKITNYA DIMANA ?

Bismillahiramanirahim ,

Assalamualaikum warrahmatullah hibbabarakatul , selamat sejahtera dan salam 1 malaysia .

Saudara dan Saudari ,
Ayuh kita berbicara soal keamanan .
Saya ada 2 soalan yang ingin diajukan .

Yang pertama , adakah ketidakamanan itu penyakit ?
Saudara dan saudari ,
Setiap kali berlaku ketidakamanan seperti perang saudara di Sudan , pengeboman di Bali , serta pembersihan etnik rohingnya di myanmar dan bosnia . Pastinya akan ada nyawa yang terkorban , jiwa yang merana , darah yang tumpah . Jadi pasti sakit bukan . Soalnya , jika ada kesakitan itu , sakitnya itu di mana ?
Ya , sakitnya tu disini .
Benar , sakit jiwa mereka yang melihat dan menanggung kesan pergolakan , namun yang lebih benar keamanan itu akan hilang tatkala manusia telah sakit jiwanya , busuk hatinya . Apabila jiwa manusia telah sarat dgn kebencian , dibelenggu sifat kebinatangan , bertuhankan nafsu . Maka keamanan tidak akan hadir .

Hadiran dan hadirat yang saya muliakan ,
Kedua ,
Apakah warna keamanan , hitam atau putih ?
Kalau putih kata kita , maka benarlah asas perjuangan gerakan clucluxland yang telah melakukan kekejaman ke atas warga kulit hitam di amerika .
Kalau putih kata kita , maka bolehlah kita terima dasar apartheid di Afrika .

Sebenarnya , keamanan itu bukan hitam atau putih , juga bukan kelabu . Keamanan itu adalah apabila kita menyatunikan mereka yang merempat di biru laut di kuning darat . Keamanan itu apabila kita tidak membezakan antara warna merah dan jingga . Bukan juga apabila kita bertekak , kite mengelar mak kau hijau . Keamanan adalah pengiktirafan , kerencaman hidup dan warna warni nya . Keamanan itu adalah pelangi , pelangi yang tidak hadir ketika hujan lebat mahupun panas terik . Tetapi pelangi itu akan hanya akan hadir apabila saling bertemunya kedua-dua titis titis hujan dan sinar mentari .

Kesimpulannya , keamanan juga dituntut oleh agama masing-masing . Jadi kita sebagai watak luaran agama yang dinilai oleh agama agama lain harus menerapkan nilai keamanan didalam diri .

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan .
Saya ingin mengakhirikan pengucapan saya ini wabilahhitaufikwahildayah , wassalamualikum warahmatullah hibabarakatuh .


Comments

Post a Comment

Popular Posts